![]() |
| Rapat pembentukan pengurus baru periode 2026-2031 Yayasan Khodijah Fatayat NU Kota Semarang |
Semarang — Yayasan Khodijah Fatayat NU Kota Semarang mulai mempersiapkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031. Persiapan tersebut dilakukan melalui pertemuan dan konsolidasi bersama unsur pembina, anggota yayasan, serta perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di Warung Bakso Pak Djono, Jalan Kenconowungu I, Karangayu, Semarang, Senin, 17 Agustus 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Yusroh Wigatiningsih selaku Pembina Yayasan Khodijah, Bunyai Aminah Hadlor sebagai anggota yayasan, Masturoh, serta perwakilan PC Fatayat NU Kota Semarang, Ning Elok Royya.
Pertemuan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan struktur kepengurusan Yayasan Khodijah untuk lima tahun mendatang. Tidak hanya membicarakan komposisi kepengurusan, forum juga menjadi ruang untuk menyamakan visi mengenai arah pengembangan yayasan agar semakin profesional, solid, serta mampu memperluas manfaat bagi masyarakat.
Regenerasi untuk Keberlanjutan Yayasan
Penyusunan kepengurusan periode 2026–2031 merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi untuk menjaga kesinambungan program dan pengabdian Yayasan Khodijah. Regenerasi diharapkan tidak hanya menghadirkan kepengurusan baru secara struktural, tetapi juga melahirkan energi, gagasan, dan inovasi baru dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Semangat kebersamaan menjadi salah satu nilai yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Para peserta memberikan pandangan dan masukan terkait figur, pembagian peran, serta kebutuhan penguatan kelembagaan agar kepengurusan mendatang mampu bekerja secara efektif, amanah, dan berkelanjutan.
Yayasan Khodijah diharapkan terus tumbuh sebagai lembaga yang tidak hanya kuat dalam pengelolaan organisasi, tetapi juga konsisten menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, dan keagamaan.
Memperkuat Sinergi dengan Fatayat NU
Kehadiran perwakilan PC Fatayat NU Kota Semarang dalam pertemuan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara Yayasan Khodijah dan Fatayat NU. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas jejaring, memperkuat program, serta memastikan nilai-nilai ke-NU-an dan semangat pengabdian perempuan tetap menjadi bagian dari perjalanan yayasan.
Kepengurusan baru nantinya diharapkan dapat membawa Yayasan Khodijah memasuki fase pengembangan yang lebih progresif dengan tetap menjaga akar nilai Ahlussunnah wal Jamaah, amanah, kebersamaan, kemandirian, dan kemanfaatan bagi umat.
Selain melanjutkan program-program yang telah berjalan, periode kepengurusan 2026–2031 juga diharapkan mampu membuka ruang inovasi serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat layanan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Menata Organisasi, Melanjutkan Pengabdian
Pertemuan penyusunan kepengurusan ini menjadi awal dari proses konsolidasi Yayasan Khodijah menuju periode pengabdian berikutnya. Struktur yang kuat, pembagian tugas yang jelas, serta komitmen bersama menjadi fondasi penting agar setiap program yayasan dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan dampak yang semakin luas.
Dengan semangat khidmah, kebersamaan, dan keberlanjutan, Yayasan Khodijah optimistis kepengurusan periode 2026–2031 dapat membawa lembaga semakin maju sekaligus tetap berpijak pada tujuan utama pendiriannya: hadir, tumbuh, dan memberi manfaat bagi umat dan masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar